Sabtu, 26 November 2016

Low Voltage Main Distribution Panel

Low Voltage Main Distribution Panel

DESKRIPSI PANEL LVMDP

LVMDP adalah kependekan dari Low Voltage Main Distribution Panel, artinya panel LVMDP ini bekerja pada tegangan rendah dan berfungsi sebagai pembagi utama pembagian daya instalasi di seluruh gedung dan sekitar.

FUNGSI PANEL LVMDP

Sebagai panel pembagi utama / distribution main, ke seluruh instalasi gedung dan area sekitar.

SPESIFIKASI PANEL LVMDP

  • Tegangan masuk : 415 Volt 
  • Tegangan keluar : 415 Volt 
  • Daya                   : 450 KVA 
  • Phase                 : 3 Phase 
  • Frekwensi           : 50 Hertz 
  • System               : ATS ( Automatic Transfer Switch)

PENGOPERASIAN PANEL LVMDP

Sebelum melakukan pengoperasian harus mengetahui prinsip kerja dari sistem ATS ( Automatic Transfer Switch) yaitu sebagai berikut : Sistem ATS adalah sistem yang mengatur pemindahan / pemilihan secara otomatis power input dari dua power yang berbeda asal di sebuah panel. Terdiri dari dua sistem motorized ( Kontactor yang bekerjanya dengan putaran motor yang terhubung dengan kontrol) Memiliki dua pilihan manual atau auto.

1. PENGOPERASIAN PANEL LVMDP MANUAL

  1. Posisikan selector pada posisi manual untuk kedua pilihan input ( disini ada Genset dan PLN).
  2. Tekan Push Button Run pada pilihan (PLN atau Genset).
  3. Pada pilihan tentunya power yang sudah tersiapkan yaitu PLN ataupun Genset, karena pada kontrol panel membutuhkan power untuk bekerja. Secara automatic sistem motorized akan bekerja.

2. PENGOPERASIAN PANEL LVMDP OTOMATIS

  1. Posisikan selector pada posisi auto
  2. Jika auto hanya pada sub PLN maka khusus untuk memasukkan power dari PLN bekerja secara otomatis tanpa power cadangan dari Genset;
  3. Jika auto hanya pada sub Genset maka khusus untuk memasukkan power dari Genset dalam hal ini berhubungan dengan panel PKG.
  4. Jika auto pada kedua dua nya maka Power utama adalah dari PLN,
  5. Jika power PLN OFF maka secara otomatis sistem ATS akan memberikan perintah ke Panel PKG ( Panel Kontrol Genset) untuk memulai starting Genset,
  6. Jika power sudah siap akan secara otomatis masuk menggantikan power PLN.
Lama tidaknya perpindahan dari PLN ke Genset tergantung setting pada kontrol ATSsetting pada panel PKG, dan setting pada Genset sendiri. Auto akan bekerja pada power utama, dan memerintahkan ON kepada power cadangan jika power utama tidak tersedia.
Dan akan kembali memerintahkan OFF kepada power cadangan jika power utama siap kembali, (tergantung setting dan pengaplikasiannya pada perangkat PKG). Lakukan pengetesan pada semua Instalasi pembagi, pengecekkan impedansi kabel dll. Sebelum memasukkan power ke panel selanjutnya.

LAIN- LAIN PANEL LVMDP

  1. Pastikan pergantian udara di ruang panel LVMDP berjalan lancar, untuk mengurangi efek kenaikkan temperatur pada komponen panel.
  2. Selalu beri tanda peringatan bahwa area sekitar panel berbahaya. Perawatan rutin dengan melakukan pembersihan pada komponen – komponen panel. (maksimal 3 bulan sekali).
  3. Pengamanan ruang panel, sehingga hanya orang- orang tertentu yang memiliki akses masuk.

MENGATASI MASALAH PANEL LVMDP

MENGATASI MASALAH KETIDAK ADANYA POWER KELUAR DARI LVMDP,

Pada fungsinya panel LVMDP memiliki jumlah output yang banyak sesuai kebutuhan gedung , disini terdiri dari:
Yang masing masing memiliki kebutuhan daya masing masing. Sehingga mengatasi masalah pada sub . pembagian daya tersebut diatas dimulai dengan pengecekkan pada MCCB pembagi masing masing. Pada kasus tidak adanya power keluar secara menyeluruh langkah yang harus diambil sebagai berikut :
  1. Memastikan proses pengoperasian yang disebutkan diatas sudah dilakukan dengan benar,
  2. Memastikan semua sistem kontrol ATS berjalan normal,
  3. Pastikan semua In Coming sudah dalam posisi siap,
  4. Lakukan pengecekkan pada sistem motorized jika langkah di atas belum mengatasi masalah, ganti/ hubungi layanan penyedia.
  5. MCCB pembagi selalu turun atau off, Kemungkinan terjadi:
  • Kabel penghantar ke panel lanjutan short.
  • Terjadi beban lebih pada panel lanjutan.
  • MCCB sudah tidak sesuai seperti nilai yang tertera.

Selasa, 22 September 2015

Inverter


        Inverter adalah perangkat elektronika yang dipergunakan untuk mengubah tegangan DC (Direct Current) menjadi tegangan AC (Alternating Curent). Output suatu inverter dapat berupa tegangan AC dengan bentuk gelombang sinus (sine wave), gelombang kotak (square wave) dan sinus modifikasi (sine wave modified). Sumber tegangan input inverter dapat menggunakan baterai, tenaga surya, atau sumber tegangan DC yang lain. Inverter dalam proses konversi tegangan DC menjadi tegangan AC membutuhkan suatu penaik tegangan berupa Step Up Transformer.[1]
 
Sumber Gambar : http://adriyanburogu.blogspot.com/p/gambar-rangkaian-elk.html
Gambar 2.5. Rangkaian Dasar Inverter Sederhana

       Pada saat transistor Q1 mengalami cut off atau terbuka kapasitor C1 akan  melakukan pengisian dan kapasior C2 akan melakukan pelepasan muatan serta Q2 akan aktif dan mengalir ke D1, kemudian pada saat transistor Q1 aktif maka C1 akan melakukan pelepasan muatan melalui kolektor Q1 ke ground. Sedangkan fungsi diode pada rangkaian adalah  saklar yang akan ON jika potensial pada anoda lebih positif daripada potensial pada katoda dan dioda akan memblok OFF jika potensial pada anoda lebih negatif daripada potensial pada katoda.
       Pengaruh kerja transistor ini membuat gerakan osilasi pada transformator sehingga menyebabkan terjadi gerakan arus bolak-balik atau AC/Alternating Curent. Kemudian, dengan menggunakan transformator Step Up maka besarnya tegangan pada primer akan dikuatkan (dinaikkan) pada bagian sekunder di transformator, maka terbentuklah tegangan 220 Volt AC.

2.1.3.1.Jenis-Jenis Inverter
      Jenis – Jenis Inverter DC Ke AC Berdasarkan jumlah fasa output inverter dapat dibedakan menjadi :
1.       Inverter 1 fasa, yaitu inverter dengan output 1 fasa.
2.       Inferter 3 fasa, yaitu inverter dengan output 3 fasa.[2]
       Inverter juga dapat dibedakan dengan cara pengaturan tegangan-nya, yaitu :
1.      Voltage Fed Inverter (VFI) yaitu inverter dengan tegangan input yang diatur konstan.
2.      Current Fed Inverter (CFI) yaitu inverter dengan arus input yang diatur konstan.
3.      Variable DC Linked Inverter yaitu inverter dengan tegangan input yang dapat diatur.[3]
       Berdasarkan bentuk gelombang output-nya inverter dapat dibedakan menjadi:
1.      Sine Wave Inverter, yaitu inverter yang memiliki tegangan output dengan bentuk gelombang sinus murni. Inverter jenis ini dapat memberikan supply tegangan ke beban (Induktor) atau motor listrik dengan efisiensi daya yang baik.
2.      Sine Wave Modified Inverter, yaitu inverter dengan tegangan output berbentuk gelombang kotak yang dimodifikasi sehingga menyerupai gelombang sinus. Inverter jenis ini memiliki efisiensi daya yang rendah apabila digunakan untuk men-supply beban induktor atau motor listrik.
3.      Square Wave Inverter, yaitu inverter dengan output berbentuk gelombang kotak, inverter jenis ini tidak dapat digunakan untuk men-supply tegangan ke beban induktif atau motor listrik.[4]
      Fungsi inverter sebagai perubah tegangan DC ke AC ada dua di pasaran yaitu :
1.      Inverter yang Dilengkapi Charger Accu
Inverter yang dilengkapi charger accu biasanya digunakan untuk rumah karena memang sifat inverter yang tetap membutuhkan listrik PLN untuk charger accu nya.
2.      Inverter Tanpa Charger
Inverter tanpa charger ini biasanya digunakan pada mobil dan panel surya, karena dalam pengisian baterai pada mobil menggunakan alternator dan pada panel surya menggunaka modul panel surya.[5]






2.1.3.2.Prinsip Kerja Inverter 
Gambar 2.6. Rangkaian 4 Saklar

      Prinsip kerja inverter dapat dijelaskan dengan menggunakan 4 saklar seperti ditunjukkan pada gambar di atas. Bila saklar S1 dan S2 dalam kondisi on maka akan mengalir aliran arus DC ke beban R dari arah kiri ke kanan, jika yang hidup adalah saklar S3 dan S4 maka akan mengalir aliran arus DC ke beban R dari arah kanan ke kiri. Inverter biasanya menggunakan rangkaian modulasi lebar pulsa (Pulse Width Modulation/PWM) dalam proses konversi tegangan DC menjadi tegangan AC.[6]
      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih inverter DC ke AC diantaranya adalah :
1.      Kapasitas beban yang akan disuplai oleh inverter dalam Watt, usahakan memilih inverter yang beban kerjanya mendekati dengan beban yang hendak kita gunakan agar effisiensi kerjanya maksimal.
2.      Sumber tegangan input inverter yang akan digunakan, input DC 12 Volt atau 24 Volt.
3.      Bentuk gelombang output inverter, Sine Wave ataupun Square Wave untuk tegangan output AC inverter. Hal ini berkaitan dengan kesesuain dan efisiensi inverter DC ke AC tersebut.[7]





Sumber Gambar : Google Image
Gambar 2.7. Power Inverter DC ke AC


[1] Agus Purnama, “Inverter DC ke AC” Elektronika Dasar, http://elektronika-dasar.com/artikel-elektronika/inverter-dc-ke-ac/, diakses tanggal : 10 Februari 2013.
[2] Ibid.
[3] Ibid.
[4] Ibid.
[5] Ibid.
[6] Ibid.
[7] Ibid.